Social Icons

-
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

NO ZONA NYAMAN DULU GANN

sahabat erwan, pernah tidak kalian mengeluh dengan sesuatu yang sahabat semua belum lakukan?. pernah tidak anda dipercaya melakukan hal yang sebetulnya anda belum pernah melakukannya, lalu sahabat berkata "saya tidak bisa?"

Sahabat Erwan, Pernah tidak anda membenci orang yang percaya kepada anda, bahwa dia percaya anda bisa melakukannya, dia percaya anda kuat menjalaninya, tp sampai akhirnya anda marah dan berselisih paham?.

Sahabat Erwan, pernah tidak anda kecil? pernah tidak anda mencoba untuk berjalan, hal yang baru anda lakukan. anda jatuh di paksa oleh orang tua anda, untuk bangkit lagi, jatuh bangkit lagi.. pdahal anda sudah menangis tp orang tua anda percaya anda mampu untuk berjalan.berlari.. smpai akhirnya anda bisa berjalan sampai sekarang..

itu lah yang disebut keluar dari zona nyaman. kalo anda diam diam saja dan melakukan hal yang biasa anda lakukan, maka tahun depan anda akan menjadi orang yang seperti sekarang. zona nyaman adalah ketika kamu tkt melakukan sesuatu yang menurut anda sulit, susah, tidak mungkin dan akhirnya anda tidak percaya dan tidak mau melakukannya,

Padahal, anda belum mencobanya? darimana anda tahu anda tidak bisa kalau belum mencoba. ketika kamu mencoba keluar dari zona nyaman, anda akan menemukan  kehidupan baru , suasana baru, pengalaman baru dan teman baru. dan ketika anda berhasil melewatinya, anda akan merasa bangga, senyum lebar dan lepas..

Keluar dari zona nyaman, memang pasti penuh tantangan, tekanan, hambatan. cacian, mngkin banyak orang yang bilang anda tidak mampu, tp percayalah Tuhan tau kadarmu, dia akan menguatkanmu yang penting km percaya Tuhan selalu bersamamu..

sedikit tekanan mengeluh, banyak tugas/tuntutan mengeluh, ada cacian marah, ada hinaan ngedumel.. jangan seperti itu.. percayalah jika mereka melempar batu cacian makian hinaan, kita akan lempar balik dengan senyuman kesuksesan...

"stay focus pada impian mu, dan kept positif pada tindakanmu, dan percayalah hasilnya akan berpihak kepadamu" - erwan

Minggu, 23 Maret 2014

Malas Tidak Pernah Ada

kali ini saya akan membuktikan malas itu sebenarnya tidak akan ada dan tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah faktor faktor yang memungkinkan kita menjadi malas, ini adalah kisahku, mohon bimbingannya untuk pribadi saya menjadi lebih baik.

suatu hari saya diberi tugas untuk membuat aplikasi pengenalan plat nomor untuk ditempatkan di sistem parkir dengan komputerisasi. saya coba dan terus mencoba hingga 75% program tersebut selesai. ditengah jalan saya mulai ada rasanya tidak ingin mencari tahu coding (analisa program), sampai saatnya tiba presentasi saya tidak berangkat karena program belum berhasil dibuat. "bukan malah tetapi faktor malas yaitu tidak ingin mencari lebih dalam lagi / menyerah akhirnya membuat saya malas"

suatu hari saya diberikan project untuk mengolah suatu promosi yang menurut saya itu adalah bidang kecil yang saya suka. dalam suatu perjalanan saya mendapatkan tempat dengan anggota mendaftar yang luar biasa, tapi disitulah saya "kerepotan", karena terlalu sibuknya saya follow up sendiri, akhirnya semuanya tinggal memberikan harapan semata, menurut saya bukan karena mereka tidak konsisten, karena dalam menyelesaikan saya tidak focus dalam 1 focus dan melanjutkan ke focus lainnya. "bukan malas tetapi faktor malas yaitu tidak mau konsultasi dengan teman satu team, dan tidak focus yang membuat akhirnya keluar kata malas"

dalam suatu moment liburan kerja, tetapi tugas kuliah masih banyak saya berencana mengerjakan semua tugas kuliah. karena paradigma dan fikiran saya sudah focus liburan, akhirnya tugas yang menumpuk itu tidak saya kerjakan."bukan malas tetapi karena pola berfikir sudah di set untuk libur dan juga tidak mau bertindak setidaknya pegang buku matakuliah dan akhirnya keluarlah kata malas"

dan faktor malas lainya adalah, 
1. terasa nyaman dengan kondisi tanpa tekanan
2. tidak adanya target / tujuan
3. terlalu banyak aktifitas sampai bingung mana yang pertama kali dikerjakan
4. tidak ada aktifitas padalah kerjaan masih banyak
5. tidak ada faktor pengingat
6. jarang olahraga
7. jarang beribadah
8. pola tidur
9. jauh dari tuhan dan lain sebagainya

yuk hindari kata "Malas" dengan menghindari faktor yang membuat kita malas.
saya perna mendengan kutipan "orang sukses dan gagal dilihat dari pola tidur dan bangun, orang sukses tidur larut malam pun tetap saya bangung jam 04.00 atau 05.00 dan tidak pernah mengantuk atau menguap (tidur terasa cukup walau hanya 3-4 jam istirahat" sedangkan " orang gagal adalah, tidur tidak larut malam /masih sore tapi tetap bangun siang dan terasa masih kurang (masih mengantuk/ menguap)"

sukses kita bersama

Jumat, 21 Maret 2014

Mencari Kebahagiaan

Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.
“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.
“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.
Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.
Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”
Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.
Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”
Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”
Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.

Reference :http://iphincow.com

Menyesal Salah Jurusan [Yes / No] ?...

             teman, pernah kah kita salah masuk jurusan baik itu ketika kita SMA ataupun Kuliah?
          Teman, sy pribadi pernah mengalami seperti itu, ketika saya SMK, saya mengambil jurusan Teknik Mekanik Otomotif. dan sekarang sy mengambil Teknik Informatika (Komputer) yang bersebrangan jauh sekali.
            apakah sy menyesal? "Tidak!!!"..  saya pernah diberikan pertanyaan seperti itu pada teman, orangtua, bahkan guru SMK pun keheranan.. Bukan Karena nilai sy kecil dalam bidang tersebut, bersyukur sy mendapatkan nilai prestasi disitu.
             saya hanya menjawab  pertanyaan tersebut dengan jawaban "saya ga nyesel lah mas, sy beruntung sekolah disitu sy bisa ganti oli sendiri". lelucon yang menggelitik hati saya. tapi benar sy tidak menyesal, karena sy bisa menghubungkan kelistrikan dengan program aplikasi kecerdasan buatan di bidang teknik informatika. percayalah teman sebetulnya kita tidak akan pernah salah memilih jurusan. TAPI TUHAN AKAN MEMBERIKAN JALAN DAN JALAN YANG TERBAIK KEDEPANNYA. 
           Ketika saya memilih jurusan berikutnya, saya selalu berfikir positif, sy pasti bisa melakukan jurusan yang belum saya kuasai asalkan mau berusaha. teman talenta itu ada diambil dari hobby kalian, ada juga diambil dari pembelajaran sehari hari.. itulah yang saya ambil, walaupun jurusan sekarang bukan talenta sy yang diambil dari hobby saya, tp sy positif talenta saya diambil dari pembelajaran sehari hari.
         "jangan pernah batasi kemampuan anda dengan kata #saya tidak ahli dalam bidang tersebut, saya yakin kita bukan tidak mampu hanya saya kita belum mencoba atau blm berusaha maksimal."
           "Dalam masalah jurusan, banyak orang yang nurut harus sesuai keinginan orang tua, menurut saya itu adalah tekanan dan pembunuhan, karena seolah olah jiwa dan tubuh kita hilang, ambil jurusan yang sesuai keinginan anda, bukan berarti sesuai kemampuan anda, karena kita tidak tahu dimana kemampuan kita, tapi ketika kita melakukannya dengan hati kita dan tanpa tekanan, saya percaya anda, kita mampu lebih baik dan lebih berprestasi lagi." 
 guru saya, terimakasih kepada Bpk. Paulus Winarto- Beliau pernah berkata kepada saya "saya ini hidupnya dijalur Penulis dan Guru, jika kamu hidupnya di jalur apa?" saya termenung.... tapi saya bangga karena untung bpk paulus tidak bertanya " kalau orang tuamu, meminta kamu ambil di jalur apa?"" hehe

coba amati video ini - rasakan getaran hati anda : 


Stay Focus and Kept Positif - Pasti ada pembelajaran, Pasti...
Terimakasih